Sistem Pelumasan Turbin ( Main Lube Oil )




BAB I
LATAR BELAKANG

        Sektor Pembangkitan Ombilin merupakan PLTU mulut tambang yang semula direncanakan beroperasi tahun 1986, namun realisasinya baru mulai beroperasi sejak tahun 1996. PLTU Ombilin ini memiliki 2 unit, dimana PLTU Ombilin menghasilkan daya listrik terpasang 2 x 100 MW.
        Bagi sebuah pembangkit, sistem pelumasan turbin sangat diperlukan yang fungsi utamanya adalah sebagai pelumas pada bearing agar tidak terjadi kontak langsung antara bearing dengan poros. Fungsi lainnya adalah sebagai pendingin pada bearing dan sebagai pencegah terjadinya korosi. Apabila kualitas dari sistem pelumasan turbin kurang baik maka akan menyebabkan kerusakan pada bearing.
        Oleh karena itulah penulis memilih Penyebab Kerusakan Bearing  sebagai topik pada Telaahan Staf OJT SMK Operator.

BAB II
PERMASALAHAN

            pada saat turbin beroperasi tidak menutup kemungkinan akan terjadi  Kerusakan pada bearing.


BAB III
PERSOALAN

          Sistem pelumas merupakan salah satu sistem yang sangat penting untuk turbin. Sistem pelumas berfungsi untuk :
1.        Sebagai pelumas bearing
Bearing yang berpelumas dapat mencegah kontak langsung antara bearing dengan pros turbin.
2.        Sebagai media pendingin.
Panas yang berlebihan pada bearing dapat minimbulkan kerusakan material. Minyak pelumas akan menyerap panas tersebut untuk dibawa ke tangki penampungan dan kemudian udara panas tersebut akan dibuang ke udara luar oleh exstraktor fan.
3.        bagai pencegah korosi
Dengan adanya minyak pelumas maka material  tersebut akan terlindungi dari oksidasi dengan oksigen, sehingga dapat menghambat proses terjadinya korosi.

          Sebagaimna peralatan lainnya, dalam sistem pelumasan bearing inipun ditemukan masalah. Minyak pelumas yang terkontaminasi merupakan salah satu kendala yang dihadapi dalam sistem pelumasan bearing, yang akan menyebabkan kerusakan pada bearing.


BAB IV
PRA ANGGAPAN

            Adapun kemungkinan atau pra anggapan atas persoalan yang muncul pada sistem pelumasan bearing, yang akan menyebabkan kerusakan pada bearing sering kali di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu :
      Minyak pelumas yang terkontaminasi, kemungkinan disebabkan oleh bram-bram (serbuk besi).
      Sistem pelumas yang kurang baik, kemungkinan di sebabkan oleh filter pelumas yang kotor


BAB V
FAKTA YANG MEMPENGARUHI

Adapun fakta yang mempengaruhi persoalan tersebut adalah
1.         Filter kotor.
2.         Extractor Fan
3.         Pendingin pelumas (Oil Cooler)
4.         Bram-bram (serbuk besi)

BAB VI
PEMBAHASAN

 6.1 SISTEM PELUMASAN BEARING

6.1.1 Gambaran Umum

Fungsi dari Pelumasan bearing pada turbin adalah untuk mencegah kontak langsung antara bearing dengan poros. Oleh karna itu sangat di butuhkan pelumasan. Pelumasan bearing pada turbin adalah masalah yang sangat penting sehingga turbin tidak boleh di putar tanpa pelumasan, karna akan menyebabkan kerusakan pada material bearing.
Fungsi Pelumsan :
1.              Sebagai Pelumas
Melumasi adalah sebagai fungsi utama dari sistem pelumasan. Bertujuan untuk mencegah kontak langsung antara bantalan dengan poros.
2.              Sebagai Pendingin
Panas pada bearing yang  berlebihan akan menimbulkan kerusakan pada material bearing. Minyak pelumas juga berfungsi untuk menyerap panas yang di timbulkan pada bearing yang selanjutnya akan dibawa ke tangki penampungan.
3.              Untuk Mengurangi Korosi
Pelumas dapat mengurangi laju korosi karena membentuk lapisan pelindung pada permukaan logam, sehingga dapat menghambat proses terjadinya korosi.



6.1.2  Peralatan Utama

Komponen- Komponen Sistem Pelumasan antara lain :
·         Tanki Pelumas
·         Pompa Pelumas
·         Extractor Fan
·         Pendingin Peumas
·         Filter (Saringan)
1.    Tanki Pelumas (Recevoir)
Tanki pelumas adalah tanki yang dapat menampung minyak pelumas dalam jumlah besar. Tanki ini harus cukup besar agar minyak pelumas dapat diam/berhenti sejenak di dalam tanki untuk mengendapkan kotoran-kotoran dan membuang gasnya. Suhu minyak pelumas slalu di
monitor dan di jaga agar tetap pada batas-batas yang di tetapkan agar     proses pelumasan dapat berjalan dengan baik. Suhu minyak di dalam
tanki juga tidak boleh terlalu rendah karena pelumas bisa membeku dan akan menghambat proses pemompaan.
2.    Pompa Pelumas (Lube Oil Pump)
Pompa pelumas berfungsi untuk mensuplay minyak pelumas yang bertekanan dari tanki pelumas ke bearing secara kontinyu.
Dalam sistem pelumasan di sediakan beberapa pompa yaitu :
·         Pompa Pelumas Utama (Main lube Oil Pump)
Yaitu pompa yang berfungsi untuk mensuplay minyak pelumas ke bantalan.
·         Pompa Pelumas Darurat (Emergency Oil Pump)
Yaitu pompa yang berfungsi untuk mensuplay minyak pelumas ke bantalan pada saat kondisi tertentu.
·         Pompa jacking (Jacking oil Pump)
Yaitu pompa yang berfungsi untuk mengangkat poros turbin pada saat start awal.
3.        Extractor Fan
Minyak Pelumas yang kembali dari turbin mengalami peningkatan temperatur karena membawa panas dari bearing yang dilumasi. Oleh karena itu di butuhkan extractor fan atau sejenis exhaust fan yang berfungsi untuk mengeluarkan gas-gas yang ada di dalam tanki pelumas.
4.        Pendingin Pelumas (Oil Cooler)
Oil Cooler berfungsi untuk mendinginkan minyak pelumas yang sebelumnya sudah ditampung didalam reservoir dan akan dialirkan kembali ke bantalan-bantalan. Untuk sistem pelumasan di sediakan dua pendingin yang salah satunya beroperasi dan yang satunya stand-by.

6.1.3        Aliran Pelumasan

Minyak pelumas dipompa dari tanki (recevoir) oleh pompa pelumas dimana terdapat beberapa seperti pompa utama, pompa darurat serta pompa jacking yang masing-masing pompa akan bekerja sesuai dengan kebutuhan dan SOP/IK. Dari pompa utama, minyak pelumas dipompakan menuju temperatur control Valve (TCV) yang akan mengatur temperatur minyak pelumas yang akan  masuk ke sistem pelumasan. Dari TCV, minyak pelumas di teruskan ke filter untuk menyaring minyak pelumas, selanjutnya di teruskan ke bearing  sebagai sistem pelumasan, minyak pelumas yang sudah melaksanakan tugasnya akan di kembalikan lagi ke tangki penampungan.



Gambar 6.1.3  Siklus Main lube oil

6.1.4        Operasi Sistem Pelumasan

a)      Start-up

Pada saat start, pertama kali dioperasikan salah satu pompa utama dan extractor fan. Setelah itu dioperasikan pompa jacking dan turning gear. Turning gear adalah penggerak awal dengan memutar rotor turbin dengan putaran rendah yaitu 50 Rpm untuk menjaga agar panas pada rotor turbin dapat merata. Meskipun putarannya
rendah, pelumasan harus tetap diberikan. Fungsi dari pompa jacking adalah untuk mengangkat poros turbin dengan menggunakan tekanan minyak dari pompa.

b)      Normal

Pada saat operasi normal, minyak pelumas di pompakan oleh pompa utama. Terdapat dua unit pompa dimana yang satu beroperasi dan yang lainnya dalam kondisi stand-by. Dalam keadaan normal, pressure common sekitar 1,7 bar. Apabila pressure turun sampai < 1,2 bar, maka pompa yang stand-by akan segera beroperasi.

Tabel 1
Parameter Sistem Pelumasan Turbin

NO
PERALATAN
PARAMETER
NILAI
SATUAN
KETERANGAN
1

Lube oil Header
1,7
Bar
Normal
< 1,2
Bar
Take over pump
> 1,6
Bar
Hilang alarm low
< 0,8
Bar
Start emergency pump
Bar
Trip turbin
< 0,4
bar
Trip turning gear
2
Lube oil pump
Discharge Pressure
> 3,5
Bar
Normal
< 2,4
Bar
Alarm, low pressure
3
Jacking oil pump
Discharge Pressure
>100
Bar
Normal
Bearing  Pressure
>50
bar
normal
4
Cooler
Temperatur inlet
> 70
Normal
Temperatur outlet
< 65
Normal
>65
Alarm, haigh temperature
5
Filter
Differensial pressure
>0,8
Bar
Alarm, filter kotor
6
Lube oil tank
Level
850
Mm
Normal
Oil temperature
>65
Normal
<45
Heater on
7
Bearing
Oil return
<70
Normal
Turbin bearing temperatur
>90
High, alarm
>110
Very high, trip turbin
Generator bearing temp.
>107
High, alarm
>112
Very high, trip turbin
Turbin  bearing vibration
>75
µ
High, alarm
>100
µ
Very high, trip turbin
Generator bearing vibration
>120
µ
High, alarm
>180
µ
Very high, trip turbin

6.1.5        Penyebab Kerusakan Bearing

          Pada sistem pelumas selalu terbuka kemungkinan tercemarnya minyak pelumas sehingga kondisi minyak pelumas menjadi menurun. Apabila minyak pelumas ini tercemar dan masih digunakan untuk melumasi bearing maka akan mengakibatkan kerusakan pada bearing. Kerusakan bearing sering kali disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :

1.         Sistem Pelumasan Turbin yang kurang baik.

a.    Filter.

Filter pada sistem pelumasan turbin berfungsi untuk menyaring minyak pelumas sebelum di gunakan untuk melumasi bearing. Apabila filter pelumas kotor maka proses penyaringan kotoran yang  terdapat pada sistem minyak pelumas kurang optimal , sehingga dalam proses penyaluran minyak ke bearing masih mengandung kotoran. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada bearing.

Gambar 6.1.5.1.a  Filter minyak pelumasan turbin

b.    Extractor Fan

Extractor fan adalah sejenis exhaust fan yang berfungsi yang berfungsi untuk mengeluarkan udara panas yang ada di dalam tangki penampungan, apabila extractor fan kurang maksimal maka pengeluar udara panas yang terjebak di dalam tangki penampungan kurang maksimal. Sehingga minyak pelumas masih mengandung udara panas  yang bisa menyebabkan keausan pada bearing dan bearingpun akan rusak.
 
Gambar 6.1.5.1.b  Extractor Fan pada sistem pelumasan turbin



c.    Pendingin pelumas (Oil Cooler)

Pendingin minyak yang ada di PLTU Ombilin terdiri dari dua unit, satu beroperasi dan satunya stand-by, pendingin pelumas berfungsi untuk mendinginkan minyak pelumas yang akan disalurkan ke bearing. Apabila proses pendinginan minyak pelumas kurang maksimal, maka minyak pelumas yang akan di salurkan ke bearing masih dalam kondisi panas, dan akan menyebabkan kerusakan pada bearing.

Gambar 6.1.5.1.c   Pendingin minyak pelimas (Oil Cooler)



2)        Minyak pelumas bearing yang terkontaminasi

a.    bram-bram (serbuk besi )

Gesekan antara minyak pelumas dengan material akan menimbulkan bram-bram (serbuk besi), kemudian bram-bram tersebut akan dibawa minyak pelumas ke tangki penampungan, dan sebelum di gunaka lagi minyak pelumas tersebut harus di saring agar minyak pelumas tidak terkontaminasi.


VII.  KESIMPULAN

               Dari hasil penulisan Telaahan Staf ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa:
1.      Minyak pelumas yang terkontaminasi akan menyebabkan pengikisan pada bearing.
2.      Apabila sistem pelumasan kurang baik, maka akan menimbulkan keausan pada bearing yang akan menimbulkan kerusakan.


VIII.    TINDAKAN YANG DISARANKAN

           Adapun tindakan yang di sarankan yaitu :
·         Menjaga kebersihan filter pelumasan dengan melakukan pembersihan dan penggantian filter.
·         Memastikan spesifikasi minyak pelumas dalam kondisi baik, dengan melakukan pengecekan sample secara rutin.


REFERENSI
1.       GEC ALSTOM, General Principles of Turbin Operation, PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumatra Bagian Selatan Sektor Pembangkitan Ombilin, PLTU OMBILIN 2 X 100 MW, 1995.
2.      Operation Manual Lube-Oil System, BOOK 1 of 1, Volume 1,GEC ALSTHOM : PT PLN  PLTU Ombilin 2 X 100 MW Main Lube Oil unit 1&2.
3.      Operation Manual Turning and Jacking System, BOOK 1 of 1, Volume 1,GEC ALSTHOM : PT PLN  PLTU Ombilin 2 X 100 MW Main Lube Oil unit 1&2.
4.      Fernando, F, On Job and Tryning Ang. 1, Sawahlunto,2011






0 komentar:

 

EDI SUTANTO Copyright © 2008-2009 | Edited By : Copyright Tanpa Nama